YAYAT

YAYAT
Jamil

Rabu, 13 Agustus 2014

Cermin Hati


بسم الله الرحمن الرحيم
Ada hal yang tidak mungkin bisa dilupakan seseorang di dalam hidupnya, ialah penyesalan yang begitu besar yang telah dilakukan seseorang manusia kepada Rabbnya. Dialah Allah swt pencipta alam semesta dan segala isinya memberikan kita begitu banyak nikmat sehingga manusia sepintar apapun tidak dapat menghitung nikamat yang Allah telah berikan. Tapi apakah manusia telah mensyukuri nikmat tersebut ? kalau sudah, apa bentuk kesyukurannya ?..
Wahai saudaraku-saudaraku.. tidakkah kita bercermin melihat segala yang kita lakukan sehari-hari, mulai terbit fajar hingga matahari terbenam, adakah kita telah mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita ?, atau sudahkah kita melakukan sesuatu yang berguna untuk orang lain ?,, tentunya kita tidak ingin andai Allah sendiri yang menegur hambanya dengan caraNya sendiri,,
Yaa Allah raja di atas raja,, janganlah engkau memalingkan wajahMu dari hamba yang hina ini,,, janganlah engkau mengambil cintaMu dari hamba yang tidak pandai bersyukur ini,,, karena sesungguhnya Hanya untukMu lah Hamba hidup, dan hanya kepadaMu lah hamba menuju,, Milikmu lah Seluruh alam,,
Yaa Allah jadikan Hamba menjadi pandai bersyukur,, dan selalu memuja asmaMU,, dengan aplikasi Iman dan Taqwa..
Amiiiiiiiiiiiin..




Nurhidayat



Zakat berasal dari akar kata zaka, yang berarti suci, berkah, tumbuh, dan berkembang. Adapun menurut istilah syariat, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan kepada orang yang berhak menerimanya karena telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Zakat merupakan pembersih diri dan harta dari kemungkinan diperoleh dengan jalan tidak halal. Membayar zakat juga akan membuat harta semakin tumbuh dan berkembang.

Adapun infak adalah mengeluarkan sebagian harta benda yang dimiliki untuk kepentingan yang mengandung kemaslahatan. Dalam infak tidak ada nishab. Karena itu, infak boleh dikeluarkan oleh orang yang berpenghasilan tinggi atau rendah, disaat lapang ataupun sempit (QS Ali 'Imran [3]:134).

Infak merupakan ibadah sosial yang sangat utama. Kata infak mengandung pengertian bahwa menafkahkan harta di jalan Allah tidak akan mengurangi harta, tetapi justru akan semakin menambah harta.

Adapun sedekah ialah pemberian sesuatu yang bersifat kebaikan, baik berupa barang maupun jasa dari seseorang kepada orang lain tanpa mengharapkan suatu imbalan apapun selain ridha Allah.

Hukum dan ketentuan sedekah sama dengan ketentuan infak. Hanya saja jika infak berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti yang lebih luas, termasuk pemberian yang sifatnya non materi, seperti memberikan jasa, mengajarkan ilmu pengetahuan, dan mendoakan orang lain.

Sedekah menunjukkan pengertian tentang kebenaran keimanan seseorang (shaddaqa). Dengan bersedekah berarti seseorang tidak hanya meyakini keimanannya dalam hati, tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.

-----
Sumber: Zakat, Infak & Sedekah
Oleh: M. Syafe'i El-Bantanie

Selasa, 12 Agustus 2014

Belajar bahasa nabi :)

أَقْسَامُ الْكَلِمَةُ
PEMBAGIAN KATA
Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:

1. Satuan bunyi yang disebut "huruf" atau "abjad".
Contoh: م - س - ج - د
2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut "kata".
Contoh: مَسْجِدٌ (= masjid)
3. Rangkaian kata yang mengandung pikiran yang lengkap yang disebut "kalimat".
Contoh: أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ (= saya shalat di masjid)
Dalam tata bahasa Arab, "kata" dibagi ke dalam tiga golongan besar:
1. ISIM (
اِسْم ) atau "kata benda". Contoh: مَسْجِد (= masjid)
2. FI'IL ( فِعْل ) atau "kata kerja". Contoh: أُصَلِّيْ (= saya shalat)
3. HARF ( حَرْف ) atau "kata tugas". Contoh: فِيْ (= di, dalam)
Penggunaan istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas dalam tata bahasa Indonesia, tidak sama persis dengan Isim, Fi'il dan Harf dalam tata bahasa Arab. Namun bisalah dipakai untuk sekadar mendekatkan pengertian.